Category Archives: Bisnis

Usaha Rumahan Kuliner

Waralaba seperti makanan menurut bisnis-apaya.com juga bisa jadi salah satu bisnis kuliner yang menjanjikan, jika anda tidak salah dalam memilih lokasi. Ketika anda menjual jajanan seharga Rp 5 ribu, maka cari aja wilayah yang banyak anak kecil, seperi misalnya sekolahan atau yang dekat dengan pemukiman warga. Pastinya anak kecil sekolahan bakal menghampiri dan membeli saat di jam istirahat atau jam pulang sekolah. Atau mungkin anda juga bisa pilih wilayah di sekitar kampus. Mengingat banyak juga anak-anak kuliahan yang gemar beli cemilan-cemilan murah, karena uang jajan mereka gak selalu besar. Akantapi, sesuaikan juga ya gimana branding dari waralaba makanan yang anda jalani. Bila brandingnya terlihat lucu-lucu, maka udah jelas kalau itu pasarnya adalah anak-anak.

Hal ini tentunya membuat anda harus berpikir strateginya, memang strategi penjualan harus anda pikirkan matang-matang sebelum benar – benar terjun ke dunia bisnis tersebut. Bisnis-apaya.com bisa menjadi pilihan dan solusi terbaik untuk anda yang sedang mencari bisnis sampingan dengan modal kecil namun dengan untung yang banyak. Ada nggak sih bisnis kuliner yang menjanjikan tapi modalnya kecil? Pasti ada, bahkan ada banyak kalau anda jeli. Meskipun begitu tetap aja bisnis ini tidak bisa dibilang gampang untuk dijalankan loh. Dimana anda akan menghadapi tantangan yang gak mudah. Sebut aja, karena pelanggan lagi sepi maka persediaan bahan baku tersisa banyak, dan sayangnya sebentar lagi expired alias basi.

Selanjutnya bisnis-apaya.com merekomendasikan anda untuk mencoba bisnis angkringan, sudah tahu dong angkringan? Bisanya angkringan juga menjual makanan khas seperti nasi pecel, nasi kuning, sate dan masih banyak lagi, angkringan juga biasanya menyediakan banyak minuman meskipun harganya tidak terlalu mahal, dan biasanya angkringan buka mulai malam hari hal ini karena memang target pembeli adalah orang – orang yang sehabis pulang kerja atau memang orang yang ingin sekedar nongkrong dengan makan makanan yang tidak terlalu mengenyangkan, karena bisanya angringan menyediakan makanan yang berporsi kecil namun memiliki variasi makanan yang beragam.

GoJek Akui Kehabisan Uang gara-gara Tarif Murah

Perusahaan ride sharing Gojek kini sedang berdiskusi dengan calon investor baru. Mereka mengaku membutuhkan tambahan dana, seiring dengan besarnya subsidi yang dikeluarkan untuk membuat tarif tetap murah.

Saat ini, Gojek memiliki armada sekitar 200.000 orang pengemudi ojek. Perusahaan tersebut bersaing keras dengan Grab dan Uber demi menguasai pangsa pasar di Indonesia.

Kendati demikian, Gojek tak bisa terus-terusan “membakar” uang alias memberi subsidi agar tarif mereka bisa murah.

“Kalau terus begitu (memberi subsidi), akhirnya Anda akan kehabisan uang,” ujar pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim, Senin (2/5/2016).

Pria lulusan Harvard Business School itu menambahkan, salah satu solusi masalah tersebut adalah mencari dana tambahan dari para investor. Setelah mendapatkannya, dia akan memakai dana itu untuk mengembangkan lini bisnis.

Saat ini, menurut Nadiem, sudah ada sejumlah perusahaan modal ventura dan perusahaan investasi yang menaruh minat. Perusahaan-perusahaan tersebut tertarik pada Gojek karena ukuran dan potensi yang dimilikinya.

Nadiem tak mengungkap perusahaan mana saja yang kini sedang berdiskusi membicarakan investasi baru itu.

Sekadar diketahui, kehadiran Gojek dan layanan transportasi berbasis aplikasi lain memicu banyak kontroversi. Bahkan pada Maret lalu ribuan pengemudi taksi melakukan unjuk rasa dan meminta sebagian dari aplikasi ride sharing ditutup.

Namun sebesar-besarnya unjuk rasa tersebut tak akan membuat Nadiem sakit kepala. Setidaknya, fokus pemikiran pendiri Gojek itu bukan pada masalah tersebut.

“Buat saya, masalah dan tantangan terbesar saat ini adalah menghitung skala hal ini. Hal yang paling sulit adalah soal teknologi, sebab pemikiran mengenai teknologi-lah yang membuat saya jadi susah tidur,” pungkasnya.