Category Archives: Edukasi

Pelajaran Matematika Lebih Menyenangkan Bersama Ruangguru

Di sekolah, aku menyukai semua pelajaran. Hanya ada satu pelajaran yang tidak aku sukai, yaitu matematika. Menurutku pelajaran matematika itu sangat sulit, tidak hanya menghitung tapi juga banyak rumus rumit yang harus di hafalkan.

Sejak SD kita sudah di hadapkan dengan pelajaran ini, semakin lama semakin sulit untuk di pelajari dan di mengerti. Karena sejak dulu aku tidak suka dengan guru yang mengajar pelajaran matematika di waktu SD, SMP dan kini di SMA. Mungkin inilah salah satu faktor kenapa aku tidak suka pelajaran matematika.

Seorang temanku lalu merekomendasi kan kepada ku untuk belajar di ruangguru. Sebuah aplikasi bimbingan belajar online yang kini sedang ramai dibicarakan orang, bukan tidak ingin mencobanya tapi aku takut sia-sia saja mengeluarkan biaya untuk mengikuti bimbel ini jika aku tidak bisa belajar dengan benar karena tidak suka kepada pengajarku. Dengan rekomendasi dari temanku, aku mulai mencoba memperlajari pelajaran matematika di ruangguru.

Setelah mencoba belajar di ruangguru aku jadi mulai menyukai pelajaran matematika, aku dapat memahami pembahasan soal yang diberikan ketika aku telah selesai mengerjakan latihan soal. Aku sangat menyukai cara belajar di sini, pengajar di ruangguru juga memberikan penjelasan terhadap suatu materi yang mudah untuk aku mengerti. Wajar saja, ternyata para pengejar di ruangguru telah di seleksi dengan ketat dan berasal dari perguruan tinggi negeri ternama seperti UI dan UGM.

Satu hal lagi yang aku sukai adalah belajar dengan menggunakan video belajar, dengan menonton video saja aku sudah dapat mengerti penjelasan dari master teacher. Terdapat ribuan belajar dengan berbagai macam materi yang di bahas di dalamnya, video belajar ini juga dapat aku download ke dalam hp ku jadi aku bisa menontonnya kapan saja dan dimana saja aku mau. Untuk pelajaran matematika terdapat video belajar lengkap dari SD hingga SMA seperti kongruen dan kesebangunan, fungsi komposisi dan invers, persamaan kuadrat, logaritma, trigonometri dan lain-lain.

Ternyata mempelajari pelajaran matematika tidak sesulit yang aku kira, memang penyampaian materi pelajaran sangat penting bagi siswa yang mempelajarinya. Jika penyampaian nya tidak menarik dan rumit maka akan sangat sulit untuk memahaminya, tapi di ruangguru penyampaian materi disampaikan semudah mungkin dan langsung pada fokus pada konsep dasarnya. Rasanya setelah belajar matematika di ruangguru, aku mulai menyukai pelajaran matematika.

Ingin juga belajar di ruangguru? Caranya mudah kok, kamu tinggal download aplikasi ruangguru, daftarkan diri, pilih paket belajar dan pilih mata pelajaran yang ingin kamu pelajari. Jangan khawatir dengan biayanya, karena jauh lebih terjangkau bila dibandingkan dengan tempat les biasa lho! Yuk belajar di ruangguru ☺

Self-Publishing, Cara Mudah Menerbitkan Buku

Gara-gara laporan Beban Kinerja Dosen (BKD), Saya kadang berharap bisa membuat buku secara rutin. Minimal satu buku per tahun, syukur-syukur per semester. Harapan yang tidak terlalu muluk, walau tidak mudah digapai, setidaknya perlu “strategi mencuri” waktu dan memilih cara penerbitan yang relatif mudah dan cepat.

Target membuat buku tidak bisa dicapai dengan cara mendadak. Rasanya menulis buku tidak bisa dengan gaya: “kebut semalam”, atau dengan cara: “mengasingkan diri berhari-hari”. Tugas lain dan godaan “ngerumpi”, bahkan siaran langsung sepakbola pun bisa menjadi halangan.

Keterbatasan waktu – atau mungkin rasa malas juga – menyebabkan “proyek membuat buku” ini harus dicicil. Perlahan-lahan. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Akhirnya modus seperti ini menjadi pilihannya. Dan media yang digunakannya adalah blog pribadi, baik yang disediakan kampus atau di luar kampus.

Ya, postingan di blog bisa menjadi bahan buku jika sudah terakumulasi dalam beberapa seri tulisan tematik. Maksudnya, beragam kategori postingan bisa kita kumpulkan menjadi sebuah buku. Beberapa buku yang pernah disusun dengan modal “ngeblog” adalah “Electronic Banking”, “Manajemen Dana Bank”, “Banking on The Blog”, dan “New Economy: Ekonomi Era Informasi”.

Buku-buku tersebut lebih banyak diterbitkan di kampus. Hanya satu buku yang diterbitkan di penerbit luar. Menerbitkan buku di institusi sendiri menjadi opsi mudah. Namun tetap saja harus disunting dan membuat disain cover sendiri, atau setidaknya merepotkan teman-teman. Belum pengurusan ISBN-nya. Mengurus sendiri pun perlu waktu. Setidaknya, kita coba variasi cara penerbitan buku.

Akhirnya, sekedar untuk menambah pengalaman, Saya mencoba menerbitkan buku dengan cara: Self-Publishing. Cara ini relatif memberikan kemudahan – minimal bagi Saya –, di antaranya adalah:

Disain Cover dibuatkan oleh Penerbit Indy, setelah kita menyetujui disainnya
Pengurusan ISBN
Penyuntingan naskah oleh penerbit, walau tetap diupayakan dari naskah daro kitanya sudah relatif siap cetak
Bantuan promosi, walau kita bisa bantu juga melalui jejaring sosial atau pertemanan
Proses komunikasi dengan penerbit mudah dan cepat
Bisa memperoleh beberapa eksemplar bukunya
“Tidak ada makan siang gratis”. Demikian pula dengan Self-Publishing. Kita harus mengeluarkan biaya, yang berkisar dari ratusan ribu sampai satu juta rupiah. Tidak mengapa mengeluarkan anggaran sebesar itu per tahun. Toh, bisa disisihkan dari sebagian penghasilan kita, termasuk dari tunjangan sertifikasi dosen. Jika rajin mempromosikannya, siapa tahu nilai royaltinya bisa membuat investasinya bisa “balik modal”.

Bagi saya, soal royalti bukan utama. Kalau toh ada royaltinya, ya patut disyukuri juga 🙂 Saat melihat fisik buku dengan nama kita tercantum jadi penulis pun sudah memberikan kepuasan tersendiri. Bahkan, tak jarang buku tersebut dijadikan hadiah atau kado buat teman-teman.